Kiriman Sampah dari Negara Barat Dikirim Kembali Oleh Kamboja
Sebanyak 70 kontainer berisi sampah ditemukan di Pelabuhan Sinhanoukville yang diketahui 13 diantaranya berasal dari Kanada dan sisanya diketahui berasal dari Amerika Serikat. Dengan begitu Pemerintah Kamboja mengambil langkash seperti negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk mengembalikan sampah-sampah tersebut ke negaranya masing-masing.
"Kamboja bukan tempat sampah di mana negara-negara asing dapat membuang limbah elektronik yang sudah ketinggalan zaman, dan pemerintah juga menentang setiap impor limbah plastik dan pelumas yang akan didaur ulang di negara ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Kamboja Neth Pheaktra, dilansir dari laman CNN, Kamis (18/7).
Dalam krisis sampah global hal ini adalah kejadian terbaru, pasalnya limbah elektronik, plastik, dan sampah lainnya dari sebagian besar negara Barat yang dikirimkan ke negara yang berada di kawasan Asia Tenggara.
Salah satu negara maju, yakni Cina pada tahun lalu melarang impor limbah plastik sebagai bagian dari inisiatif untuk membersihkan lingkungannya. Dari larangan tersebut berdampak terhadap efek domino di mana negara-negara Barat harus mencari tujuan baru untuk sampah mereka, seperti Malaysia, Indonesia, atau Filipina.
Belum lama Filipina dan Kanada terlibat konflik diplomatik akibat kiriman sampah dari Kanada. Indonesia juga turut melakukan pengembalian sampah ke Australia pada 12 Juni lalu.
Sumber: akurat.co

Comments
Post a Comment